Minggu, 08 Mei 2011

WISATA SIDHAT

WISATA SIDHAT






PELUS = Giant mottled eel, Anguilla marmorata Quoy and Gaimard, 1824 鱸鰻; 花鰻鱺; 鲈鳗; 菲律宾鳗

Ikan Pelus termasuk jenis sidhat juga cuman ini lebih bertotol2 dan bisa gede sekali. Biasa ada di daerah pegunungan.
Kalo orang2 Jogja mancing sidat di selokan2 dan gejlig (pintu air selokan) nah orang Magelang sukanya mancing pelus di daerah kedung/lubuk sungai. cukup dengan umpan yg amis2 seperti usus ayam, daging bekicot, orong2. atau yg agak berbudaya pake ikan uceng sebagai umpannya. gak usah pake joran cukup handline aja dan cukup dilempar ke arah bawah batu dimana kira2 pelus bersembunyi.
Pelus ini bisa besar sekali lho.. saya pernah liat di Sendang Pelus di daerah Buayan daerah Gombong sana. ukurannya bisa sepaha orang dewasa. dikeramatkan dan kayaknya udah gak bisa keluar dari lobangnya. kalo dikasih umpan kerupuk dan dadar telur baru dia keluar dan keliatan kepalanya sampe 50cm. abis itu gak bisa keluar lagi dr lobangnya kegendutan kali yah.. he3...




Sendang Pelus.

Obyek wisata alam budaya ini terletak di Kecamatan Buayan, sekitar 10 km selatan Gombong atau 31 km baratdaya Kebumen. Air yang ke luar dari celah batu gamping di bawah perbukitan membentuk sebuah sendang yang memiliki garis tengah sekitar 5 m. Limpahan air disalurkan melalui parit, yang di bagian hilirnya dipakai oleh penduduk setempat untuk keperluan memasak, mandi dan mencuci.
Sendang atau mata air ini dihuni oleh 7 ekor pelus sejenis belut besar yang dikeramatkan. Pada hari-hari tertentu banyak orang menaruh sesaji di pinggir sendang dan memohon supaya cita-cita dan keinginannya terkabul. Upacara ritual ini diakhiri dengan memberi makan pelus, berupa nasi dan telur goreng. Pemberian makanan dilakukan melalui juru kunci penjaga sendang, yang dijabat secara turun-temurun. Setahun sekali sendang dibersihkan, didahului dengan upacara yang digelar secara adat dan tradisi setempat.
 


SENDANG PELUS



Rogodadi adalah desa di kecamatan Buayan, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia.
Terkenal dengan sendang pelusnya yaitu sendang tempat mata air yang di dalamnya ada ikan air tawar seperti belut yang berukuran extra besar yang disebut pelus,mata pencaharian sebagian penduduknya adalah petani dan penambang, selain sering disebut dengan nama Rogodadi desa ini juga biasa disebut dengan nama Meto/Metho, desa yang berbentuk lembah dengan pemandangan di barat berupa perbukitan dan di timur berupa sawah yang terbentang luas.

WISATA ROGODADI

SENDANG PELUS tempat pemandian warga rogodadi yang berupa sumber mata air yang sangat jernih dengan ekosistem alam yang masih terjaga dan di dalam mata air hidup ikan2 yang lumayan besar satu yang paling menarik adalah binatang air tawar yang berbentuk seperti belut namun panjang dan besar seukuran kaki orang dewasa yang nggak cebol.

GOA SIMBAR AJI goa dengan penuh keindahan batu yang terbentuk berjuta-juta tahun yang lalu masih terjaga sampai saat ini masih jarang terjamah orang dan keindahan ornamen2 dinding goa yang terbentuk secara alami ini adalah salah satu tempat yang perlu di perhitungkan untuk dilewatkan begitu saja, secara geografis goa ini mengarah ke timur laut dengan pemandanga luar goa yang indah tentunya menjadikan goa simbar aji menjadi salah satu goa yang pantas untuk anda kunjungi.

KULINER ROGODADI

WARUNG PECEL YU PARTI menjadi salah satu tempat melepas lelah dengan menyantap kuliner khas pribumi, jangan khawatir dengan masalah harga karena warung pecel ini sangat ekonomis dan berbagai variasi makanan, terletak diatas kali dan menghadap ke utara warung pecel yu parti bisa menjadi salah satu alternatif jika anda telah berkunjung ke rogodadi dengan menyaksikan sejuta pesona yang ada.

 


 Buayan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia.


 Desa/kelurahan

 


SENDANG PELUS



Di sekitar pantai selatan Gombong sebetulnya banyak sekali terdapat gua-gua yang terletak di pegunungan-pegunungan kapur yang berbaris ditepi pantai.
Mata air atau sendang juga banyak terdapat di sekitar penduduk sekitar pantai. Sendang atau mata air tersebut biasanya dihuni banyak sekali ikan-ikan jenis lele hitam dan lele putih serta “moa” atau “eel” atau belut besar yang bersirip yang nama lokalnya “pelus” sehingga tempat tersebut disebut “Sendang Pelus”. Besarnya seukuran “bocah” namun panjang. Ada juga yang ukurannya sangat besar hingga tidak bisa mengeluarkan seluruh tubuhnya.
Uniknya untuk melihat belut raksasa tersebut harus diberi makan telur goreng maka “pelus” tersebut akan keluar dan menyantap telur tersebut.
Masyarakat sekitarnya tidak berani dan tidak diperbolehkan mengkonsumsi ikan atau “pelus” tersebut karena akan mengakibatkan musibah bagi yang melanggarnya. Ini merupakan “local wisdom (kearifan lokal)” yang turun temurun sehingga menciptakan kelestarian alam dari waktu ke waktu, semoga !!
 


Gua Jatijajar - Gombong

Sendang Kantil dan Sendang Mawar adalah kolam-kolam sungai bawah tanah yang dibuka untuk umum. Dua sendang lainnya yaitu Jombor dan Puserbumi tidak dapat dimasuki wisatawan umum, kecuali mendapat ijin dari pengelola kawasan wisata. Sebagai mata air, Sendang Puserbumi merupakan sebuah sumuran tegak bergaris tengah sekitar 50 cm. Sementara Sendang Jombor yang dihuni seekor pelus sepanjang lebih dari 1 m mempunyai sifon di dasarnya. Sifon ini dapat ditelusuri dengan metode penyelaman (cave diving). Beragam bentukan pengendapan ulang larutan CaCO3 jenuh yang indah dan mempesona dijumpai di dalam lorong gua dibalik sifon. Lorong gua sepanjang ratusan meter dihiasi dengan deretan gurdam dan air terjun. Lorong gua di bawah gua Jatijajar ini disiapkan menjadi objek wisata minat khusus. Untuk memasuki sendang di dalam Gua Jatijajar dikeramatkan dan dijadikan sebagai tempat berziarah.

Sidhat memang punya nama yang berbeda2 di setiap daerah. Ada yang menyebutnya ikan uling, ikan oleng, ikan sogili, ikan moa, ikan masapi, ikan lubang, ikan lumbon, ikan larak, ikan pelus, ikan gateng, ikan lembu, ikan denong, ikan mengaling, ikan lara, ikan luncah, dll.
Mungkin karena kandungan protein Sidhat yang luar biasa tinggi. Dulu orang Jepang postur tubuhnya pendek2 banget sehingga muncul istilah "bangsa kate". Setelah makan Sidhat, tubuh mereka menjadi luar biasa tinggi bahkan melebihi orang Eropa/Amerika.
Bukan cuma itu, mereka juga jadi luar biasa pintar. 

 


Pemandian Oleng Sibutong


Obyek wisata Oleng Sibutong yang terletak 10 km arah utara kota Jember merupakan lokasi wisata yang sangat sesuai dengan keluarga. Nama Oleng Sibutong sendiri konon menurut cerita mastyarakat sekitar, berasal dari nama ikan “ Uling” sejenis sidhat yang buntung (secara logat Madura disebut “Butong”).
Ikan Uling selalu muncul di mata air yang digunakan untuk mengisi kolam pemandian Obyek Wisata Oleng Sibutong. Bahkan masyarakat sekitar pada hari-hari tertentu masih dapat melihat ikan tersebut sehungga berebutlah mereka mengambil air untuk dibasuhkan ke muka. Ada kepercayaan bahwa air Oleng Sibutong dapat menjadikan awet muda.


Pemandian Oleng Sibutong  Jl Teratai Biting 29 ARJASA, JAWA TIMUR, Indonesia




Oleng Sibutong Swimming pool, is about 10 km northwest of Jember. This swimming pool is suitable for family recreation.
According to local folk legend, there was once an eel without tail. The natives called this BUTONG (Madurese). This eel can be seen by people on certain days and it is said that bathing in the water and drinking it can keep one young.
The visitors can reach it from the downtown by rental car or public transportation in about 20 minutes. Visit this legend swimming pool with your family, friends or the others.
 
 


SENDANG PONCITAN TRIHARJO, SLEMAN






Keletakan
Sendang Poncitan atau Sendang Jembirit terletak di antara Dusun Poncitan dan Dusun Ngangkrik, Kelurahan Triharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Propinsi DIY.


Data Fisik
Sendang Poncitan memiliki keluasan sekitar 12 m x 8 m. Sendang ini berada di bawah tebing Sungai Jembirit yang menjadi batas alamiah antara Dusun Poncitan dan Dusun Ngangkrik. Untuk menuju lokasi sendang tidak ada jalan lain kecuali jalan setapak yang berada di kedua tebing sungai, yakni tebing Dusun Poncitan maupun tebing Dusun Ngangkrik.

Latar Belakang
Hampir semua mata air/sumber air entah itu dikatakan sebagai sendang, telaga, beji, belik, dan sebagainya sering dikaitkan dengan legenda dan mitologi. Salah satu cerita yang populer berkaitan dengan terjadinya mata air di Tanah Jawa biasanya dihubungkan dengan kisah hidup atau perjalanan syiar Islam Sunan Kalijaga atau para wali yang lain. Sekalipun demikian, Sendang Poncitan tidak memiliki kaitan cerita dengan itu semua.

Sampai sekarang pun tidak ada yang tahu siapa yang membuat, atau menemukan sendang ini untuk yang pertama kali. Setahu Mohadi (55) warga Ngangkrik, Triharjo, Sleman, sendang ini sudah ada sejak dulu kala. Ketika ia kanak-kanak sumber atau mata air sendang ini cukup besar. Air berasal dari sebuah rong (liang/lubang) di dalam cadas di tebing sungai. Saking besarnya debit air, maka air yang keluar dari dalam cadas itu terdengar menggemuruh.

Sendang ini kecuali digunakan untuk mandi dan mencuci juga sering menjadi tujuan para pelaku spiritual. Menurut sumber setempat sendang ini ditunggui oleh makhluk gaib berupa ikan pelus yang berwarna putih. Ikan pelus adalah ikan sebangsa belut dengan ukuran yang sangat besar. Bahkan diameter ikan pelus ini ukurannya bisa sebesar betis orang dewasa.

Cerita mitologis atau legenda tersebut secara langsung ataupun tidak menjadikan tempat seperti Sendang Poncitan ini relatif terjaga. Baik kebersihan maupun kelestariannya. Pasalnya cerita mitologis yang melatarbelakanginya menjadikan warga setempat merasa sayang dan sekaligus hormat pada tempat tersebut. Hormat dan sayang tidak selalu bisa diartikan sebagai kultus atau pengkeramatan.
a. sartono





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar